Sunday, May 14, 2017

Post Office Protocol Version 3 (POP3)

POST OFFICE PROTOCOL  VERSION 3
(POP3)
stmikbg.jpg

Disusun oleh
Kelompok 6
Anggota
Nim
Nama
1110520125
Nurlaila
1110520128
Jiwana Karya
1110520129
M.Dhuhawan .Z
1110520131
Sulistio
1110520142
Putu Adrian .P.F
1110520143
Rahmad Fajar .F
1110520154
L. Prayadi .H
1110520165
Kurniawan



SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) BUMIGORA
MATARAM
2013
1.1 PENGERTIAN PROTOCOL POP 3
protocol pop 3 adalah singkatan dari post office protocol version 3 yang digunakan untuk untuk mengunduh email dari server         dan menyimpan sementara diinbox masing-masing pemilik email sebelum didownload ke PC melalui aplikasi email. POP 3 berada pada well-known port 110.Dengan adanya protocol POP3 ini akan mempermudah user untuk mengunduh email. User tidak perlu lagi mengunjungi situs penyedia jasa email, cukup dengan menginstall aplikasi client email seperti yang disebutkan diatas maka kita dapat melakukannya.Hal yang perlu diperhatikan adalah email yang kita miliki haruslah mendukung layanan protocol POP3.

POP3  dimaksudkan   untuk   mengizinkan  client  untuk  mengakses  secara  dinamis  mail  yang  masih  ada di  POP3 server. POP3  menawarkan  pada  user  untuk  meninggalkan  mail-nya di  POP3 server,  dan mengambil  mail-nya  tersebut  dari sejumlah  sistem  sebarang.  Untuk  mengambil mail   dengan   menggunakan   POP3   dari   suatu   client . banyak   pilihan  yang  dapat  digunakan  seperti   Sun  Microsystem Inc.’s Mailtool, QualComm Inc.’s Eudora, Netscape Comm. Corp.’s  Netscape Mail dan  Microsoft Corp.’s Outlook  Express.

POP3 tidak dimaksudkan untuk menyediakan operasi manipulasi mail  yang ada  di server secara luas. Pada  POP3,  mail diambil  dari server dan kemudian dihapus (bisa juga tidak dihapus). Segala sesuatu tentang protokol POP3 ini dibahas dalam RFC (Request For Comment) 1725. Protokol yang lebih  tinggi dan lebih kompleks, yaitu IMAP4, dibahas dalam RFC 1730.

      Ada dua jenis mode pada POP3 yaitu mode offline  dan mode inline. Pada mode offline, POP3 mengambil dan kemudian menghapus mail yang tersimpan dari server. POP3 bekerja dengan baik pada mode ini, karena terutama  memang didisain untuk  berlaku sebagai  sebuah sistem mail  yang memiliki sifat “store-and-forward“.  Server, pada mode offline, berlaku seperti sebuah tempat penampungan  yang menyimpan  mail sampai user memintanya.

      Pada  mode  inline, POP3  akan  mengambil mail  dari server  tanpa  menghapus mail yang sudah diambil tersebut. Mode ini lebih disukai oleh user yang  sering berpindah  tempat  (nomadic user) karena  memungkinkan mereka  untuk melihat  mail yang  sama dari tempat atau  komputer yang  berbeda.  Akan  tetapi  untuk   nomadic  user  yang   selalu  bekerja  dan  bepergian  dengan  selalu  membawa  notebook, dan tetap  menginginkan  agar  mail  miliknya  yang  ada di server  tidak dihapus, tentu  saja  menginginkan  agar  setiap kali   mengambil mail  tidak semua mail  yang akan  terambil, tapi hanya mail  yang  belum pernah  dia lihat saja  yang akan  diambil.  Keinginan user seperti ini dapat dipenuhi   dengan menggunakan  informasi  pada  client  yang memungkinkan untuk  memberi tanda mail yang sudah  pernah dilihat.

 Setiap client  layanan POP3  yang mendukung  mode inline akan  menyimpan  informasi ini dalam sebuah file. Pada user yang menggunakan Netscape Mail, file yang  menyimpan  informasi ini adalah  file popstate.dat, yang biasanya terdapat di  /Program Files/Netscape/Users/Mail.  File tersebut memberi  tahu   mail yang  mana saja yang  sudah diambil  sehingga tidak perlu diambil lagi. Jika file ini dihapus maka tentu saja  pada pengambilan mail berikutnya semua mail akan terambil

1.2 Operasi POP3
Pada awalnya, server memulai layanan POP3 dengan mendengarkan  permintaan  pada TCP  port  110.  Ketika sebuah client meminta layanan tersebut, maka  terjadilah   hubungan TCP  dengan  server.  Pada saat  hubungan  dimulai,  POP3 server mengirim  greeting (kata pembuka). Setelah itu client akan memberikan command  (perintah) ke server  dan POP3 server  akan memberikan response (jawaban)  sampai  hubungan  ditutup atau  digagalkan. Perlu  diingat bahwa user tidak memasukkan  perintah ini, tapi  software  dari  client-lah yang mengirim perintah ini ke server.

Perintah-perintah di POP3 terdiri dari sebuah keyword yang tidak case sensitive (tidak mempersoalkan huruf   kapital  ataupun tidak),  yang dapat diikuti oleh satu atau lebih argument. Keyword dan argument masing-masing  dipisahkan oleh karakter SPACE (spasi). Keyword terdiri dari tiga atau empat  karakter, sedangkan tiap argument  dapat  mencapai 40 karakter.  Jawaban  di POP3 terdiri dari sebuah indikator status dan sebuah keyword yang dapat diikuti oleh  informasi   tambahan. Ada  dua indikator status : positif  (“+OK”)  dan  negatif   (“-ERR”). Server harus  memberikan  jawaban  +OK  dan  -ERR  dalam  huruf kapital. Pada  perintah tertentu, server akan memberikan  jawaban yang terdiri dari  beberapa baris.
Sebuah  sesi  hubungan  POP3 dibangun melalui tiga  tahap, yaitu  tahap  authorization, transaction dan update. Sekali  hubungan TCP dimulai  dan POP3 server telah mengirimkan greeting ,  maka sesi hubungan telah memasuki  tahap authorization. Pada   tahap ini  client  mengirim   nama  dan   password  user  ke server untuk  membuktian  keaslian user tersebut agar dapat mengambil mail-nya.  Ketika  client  telah  berhasil  membuktikan  identitas dirinya, server  akan memperoleh  informasi yang  berhubungan dengan  mail  yang  dimiliki  client  tersebut, dan sesi kini memasuki tahap transaction. Pada tahap inilah terjadi proses  penerimaan  mail, penandaan mail  untuk penghapusan,  pembatalan  penandaan  untuk  penghapusan,  penampilan statistik  mail atau perincian identitas mail.  Pada saat client telah memberikan perintah quit untuk mengakhiri hubungan, maka  sesi memasuki tahap update. Pada tahap inilah   server akan  menjalankan   semua  perintah  yang diperoleh selama  tahap transaction dan  menutup sesi dan selanjutnya hubungan TCP ditutup.

Sebuah server harus menjawab perintah yang tidak dikenal, tidak diimplementasi, atau tidak sesuai dengan  sintaksis dengan  indikator status  negatif. Server juga harus memberikan indikator status negatif, jika ada client yang memberikan  perintah  tidak pada tahap yang seharusnya. Tidak ada metoda umum yang  dapat  digunakan oleh client untuk  membedakan antara server yang tidak mengimplementasikan perintah tambahan dengan server yang tidak dapat atau tidak  bersedia  memproses perintah tambahan tersebut.
Sebuah  POP3 server  mungkin memiliki  autologout  timer  untuk client yang  sedang  tidak aktif  dalam  rentang  waktu  tertentu. Timer  seperti  ini  harus paling sedikit  memiliki  rentang waktu 10 menit.  Jika sebuah server  menerima  sebarang  perintah dari  client  didalam  rentang  waktu  tersebut,  maka  hal ini  sudah  cukup  untuk me-reset  autologout  timer  tersebut.  Ketika  waktu rentang timer  sudah  habis,  tanpa ada aktivitas  dari client  maka sesi hubungan tidak memasuki tahap UPDATE. Server akan   menutup  hubungan TCP tanpa menghapus mail atau mengirim jawaban ke client.


keuntungan dari pop 3
·         user dapat membaca email tanpa login ke Internet.
·         User  dapat menulis pesan baru untuk mengirim ke orang lain tanpa login ke Internet.
·         Tidak ada iklan ketika user membaca email.
·         Semua pesan disimpan pada hard drive pc user

Kekurangan dari pop 3
·         Karena semua pesan di download ke  PC, rentan sekali terkena virus jika tidak benar –benar pandai dalam mendeteksi virus , dengan menscand data dengan anti virus update terbaru.

·         Dengan POP3 user hanya memiliki satu folder, yaitu folder Inbox. Bila user membuka kotak surat, e-mail baru dipindahkan dari host server dan disimpan di komputer Anda. Jika Anda ingin melihat pesan email lama , user harus kembali ke komputer di mana user  terakhir membuka email tersebut.








Friday, May 12, 2017

PEMODELAN DAN SIMULASI “Simulasi Perhitungan Pinjaman Kredit dengan Bunga Flat, Bunga Efektif, dan Bunga Anuitas”

LAPORAN
PEMODELAN DAN SIMULASI
Simulasi Perhitungan Pinjaman Kredit dengan Bunga Flat, Bunga Efektif, dan Bunga Anuitas


OLEH
NAMA

UDIN
ANTON WIBISONO
MUH. HUSNUR RIJAL
HERLINA LAELATUL JANNAH
NURLAILA






STMIK BUMIGORA MATARAM
2014


KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan rakhmat dan berkat Hidayahnya laporan pemodelan dan simulasi dengan judul Simulasi Perhitungan Pinjaman Kredit dengan Bunga Flat, Bunga Efektif, dan Bunga Anuitas ini dapat diselesaikan.
Dalam suatu institusi pendidikan, proses utama yang sangat perlu diperhatikan
dan merupakan tolok ukur dari kualitas belajar seperti tema tersebut adalah proses belajar mengajar yang terjadi antara mahasiswa dan dosen. Guna menunjang proses tersebut kami team pengajar simulasi dan pemodelan menyusun catatan kuliah ini.
Selain diperuntukkan bagi mahasiswa , judul ini juga diharapkan dapat digunakan sebagai acuan keseragaman materi antar dosen yang mengajar pada beberapa kelas parallel di Jurusan Teknik Informatika.
Kami sangat mengharapkan saran dan kritik membangun dari para mahasiswa,
dosen dan pembaca guna kesempurnaan catatan kuliah ini.

                                    Penyusun,












Daftar Isi
Halaman Sampul................................................................................................................. i
Kata Pengantar.................................................................................................................... ii
Daftar Isi.............................................................................................................................. iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang.............................................................................................................. 1
1.2 Perumusan Masalah..................................................................................................... 2
1.3 Tujuan............................................................................................................................ 2
1.4 Manfaat......................................................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Kebaikan dan Keburukan Kredit................................................................................... 3
2.1 Jenis Kredit.................................................................................................................... 4
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan.................................................................................................................... 7
3.2 Saran............................................................................................................................. 7

Daftar Pustaka




BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pemodelan adalah proses pembentukan model dari sistem dengan menggunakan bahasa formal tertentu. Proses pembuatan model yaitu model dibuat karena ada permasalahan pada sistem nyata yang dibuat oleh pemodel dengan menggunakan sudut pandang tertentu, sehingga terciptalah model dan pengujian model. Sedangkan simulasi yaitu menurut Hoover dan Perry (1990) Proses perancangan model matematis atau logis dari sistem nyata, melakukan eksperimen thd model dengan menggunakan computer untuk menggambarkan, menjelaskan dan memprediksi perilaku sistem.
Kendala yang menjadi hambatan bagi tiap perusahan atau pemerintahan adalah dengan adanya sistem antri baik antrian dalam pembelian tiket pesawat, antrian di Rumah Sakit atau antrian di kasir yang tidak teratur, sehingga dengan adanya simulasi ini maka akan memudahkan bagi semua orang dalam mengatri untuk mendapatkan pelayanan baik dikasir maupun ditempat lainnya.
Salah satu yang menjadi pokok bahasan pada laporan ini adalah Simulasi Perhitungan Pinjaman Kredit dengan Bunga Flat, Bunga Efektif, dan Bunga Anuitas ini yaitu untuk memberikan pelayanan terhadap masyarakat  dalam memberikan pinjaman kredit uang dengan bunga flat, bunga efektif dan bunga anuitas oleh berbagai perusahaan untuk dilakukannya perhitungan baik. Oleh sebab itu diperlukan suatu sistem yang mampu memberikan simulasi mengenai hal itu agar mudah dalam memberikan pinjaman dan pengembalian uang yang dipinjamkan ke nasabah serta diberikan ketentuan bunga yang ditetapkan serta penyetoran perbulannya. Pengertian Kredit adalah Pinjaman Uang dengan pembayaran pengembalian secara mengangsur.
         Kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga.
1.2 Perumusan Masalah
Masalah yang kerap terjadi adalah tidak terdatanya nasabah yang melakukan peminjaman Kredit dengan Bunga Flat, Bunga Efektif, dan Bunga Anuitas secara teratur sehingga dibutuhkan sebuh sistem yang sesuai dengan judul diatas.

1.3 Tujuan
Tujuan dari makalah ini adalah sebagai berikut :
1.    Untuk memberikan kemudahan dalam peminjaman uang kepada nasabah
2.    Memberikan kemudahan dalam pengembalian uang yang dipinjam
3.    Memberikan perhitungan setoran perbulannya.

1.4 Manfaat
Manfaat dari makalah yang dibuat ini adalah sebagai berikut :
1.    Kecepatan dalam melayani nasabah yang akan meminjam uang
2.    Menghasilkan laporan yang akurat bagi perusahan
3.    Menghasilkan keakuratan penyetoran bulanan dan kalkulasi setoran tersebut.









BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Kebaikan dan Keburukan Kredit
Kredit mempunyai beberapa kebaikan, di antaranya sebagai berikut :
1.    Meningkatkan produktivitas
2.    Memperlancar konsumsi barang atau jasa.
3.    Memperlancar tukar-menukar atau perdagangan.
4.    Memperlancar arus peredaran uang dan barang.
Adapun keburukan kredit antara lain sebagai berikut :
1.    Produk yang dihasilkan akan mengalami kelebihan (over production), sehingga dapat menjatuhkan harga barang.
2.    Timbul spekulasi dalam perdagangan, sehingga membawa akibat yang tidak baik.
3.    Dapat menimbulkan inflasi (kenaikan harga barang), karena meningkatkan jumlah uang yang beredar.
4.    Kredit konsumtif dapat mendorong masyarakat untuk hidup melebihi kemampuannya.
5.    Kredit produktif memberi kesempatan kepada orangorang atau badan mendirikan badan usaha untuk mencoba-coba atau secara ekonomis tidak dapat dipertanggungjawabkan, sehingga mengakibatkan kegagalan atau jatuh pailit.


2.2 Jenis Kredit
1.    Bunga Kredit Tetap
Suku bunga flat adalah perhitungan bunga yang paling mudah. Tiap bulan angsurannya sama, bunganya sama, cicilan pokoknya sama. Biasanya perhitungan bunga ini dipakai pada KTA (Kredit Tanpa Agunan).
Dalam kredit bunga flat atau bunga tetap, plafon kredit dan besarnya bunga akan dihitung secara proposional sesuai dengan jangka waktu kredit.
Nilai bunga akan tetap sama setiap bulan, karena bunga dihitung dari prosentasi bunga dikalikan pokok pinjaman awal.
Jadi jumlah pembayaran pokok + bunga setiap bulan akan sama besarnya.
Misal, anda berhutang Rp 100.000.000,- dengan bunga flat 12% per tahun, maka setiap bulan bunganya adalah Rp 1.000.000,-
Rumus Bunga Tetap:
Bunga per bulan = Jumlah pinjaman x Suku bunga per tahun / 12
Total Bunga = Jumlah pinjaman x (Suku bunga per tahun / 12) x Lama meminjam dalam bulan
Untuk mengetahui perhitungan bunga secara lengkap, dapat dilihat di rumus bunga flat.
Description: D:\Kuliah\Semester VII\Pemodelan & Simulasi\Simulasi - Bunga Kredit - Project UAS\Simulasi - Bunga Kredit - Project UAS\graph_tetap.jpg


2.    Bunga Kredit Efektif
Perhitungan Kredit Bunga Efektif
Dalam kredit dengan bunga efektif atau kadang disebut sliding rate, perhitungan bunganya dilakukan pada setiap akhir periode angsuran. Bunga kredit dihitung dari saldo akhir setiap bulannya.
Bunga dihitung berdasar nilai pokok yang belum dibayar. Jadi bunga per bulan akan berubah-ubah berdasar nilai pokok yang masih terhutang. Nilai bunga yang dibayar debitur setiap bulan akan semakin mengecil.
Karena bunganya yang dibayar mengecil, maka angsuran per bulan akan semakin menurun dari waktu ke waktu. Angsuran bulan kedua lebih kecil daripada angsuran bulan pertama, begitu seterusnya.
Misal, anda berhutang Rp 100.000.000,- dengan bunga efektif 12% per tahun, dengan cicilan pokok Rp 10.000.000,- per bulan.
Maka:
Bulan ke-1 bunganya 1% x Rp 100.000.000,- = Rp 1.000.000,-
Bulan ke-2 bunganya 1% x Rp 90.000.000,- = Rp 900.000,-
Bulan ke-3 bunganya 1% x Rp 80.000.000,- = Rp 800.000,-
dan seterusnya..
Rumus Bunga Efektif:
Bunga per bulan = Saldo akhir periode x Suku bunga pertahun / 12
Untuk mengetahui cara perhitungan secara lengkap, dapat dilihat di rumus bunga efektif.
Description: D:\Kuliah\Semester VII\Pemodelan & Simulasi\Simulasi - Bunga Kredit - Project UAS\Simulasi - Bunga Kredit - Project UAS\graph_efektif.jpg
3.    Bunga Kredit Anuitas
Kredit bunga anuitas adalah modifikasi dari perhitungan kredit bunga efektif. Modifikasi ini dilakukan untuk mempermudah nasabah dalam membayar per bulannya, karena angsuran tiap bulannya sama.
Dalam kredit dengan bunga anuitas, angsuran bulanannya tetap. Namun komposisi bunga dan pokok angsuran akan berubah tiap periodenya.
Nilai bunga per bulan akan mengecil, angsuran pokok per bulannya akan membesar.
Jadi angsuran bulanannya tetap, hanya komposisi antara pokok dan bunga berbeda.
Untuk perhitungan secara lengkap dapat dilihat di rumus bunga anuitas.
Description: D:\Kuliah\Semester VII\Pemodelan & Simulasi\Simulasi - Bunga Kredit - Project UAS\Simulasi - Bunga Kredit - Project UAS\graph_anuitas.jpg




BAB III
PENUTUP
3.1  Kesimpulan
Kredit adalah peminjaman uang dan pengangsuran uang yang dipinjam oleh nasabah secara perbulan dengan suku bunga tertentu. Dalam hal ini, maka nasabah dan perusahaan akan lebih mudah dalam memberikan peminjaman dan pengembalian uang yang dipinjam secara angsuran perbulan dengan ketentuan – ketentuan yang berlaku.

3.2  Saran
Saran yang bisa diberikan dalam makalah ini adalah sebagai berikut :
1.    Untuk penulis sendiri memberikan pengetahuan tentang ilmu-ilmu yang didapatkan dari matakauliah pemodelan dan simulasi.
2.    Untuk dosen untuk dijadikan acuan kedepannya sebagai bahan pengajaran di matakuliah pemodelan dan simulasi.
3.    Untuk teman-teman agar dapat mengembangkan makalah ini menjadi lebih sempurna kedepannya.









DAFTAR PUSTAKA

[1] Budi, Setia dan Mariyana, Ratna. 2007. Penerapan Aplikasi m-Ticketing untuk Meningkatkan Layanan pada Bioskop. Jurnal Sistem Informasi. Vol. 2 No. 1 Maret 2007 : 31-39
[2]Dwi Satya, Regiana, Ririn. 2011. Penentuan Loket Yang Optimal Pada Gerbang Selatan Tol Pondok Gede Barat Dengan Menggunakan Teori Antrian Untuk Meminimasi Biaya. Jurnal Keilmuan Teknik Industri. Volume 1 Nomor 3, November 2011 : 224-230.
[3] Faisal, Fachri. 2006. Pendekatan Teori Antrian : Kasus Nasabah Bank pada Pukul 08.00-11.00 WIB di Bank BNI 46 Cabang Bengkulu . Jurnal Gradien. Vol.1 No.2 Juli 2005 : 90-97
[4]Hunusalela, Fatimah, Zeny. 2011. Model Simulasi Untuk Menghitung Jumlah Tenaga Kerja Yang Optimal Pada Line 21 Pt Pancaprima Ekabrothers. Jurnal Keilmuan Teknik Industri. Volume 1 Nomor 3, November 2011 : 299-311.
[5]Lian Hong and Wan Zhenkai. The Computer Simulation for Queuing System. World Academy of Science, Engineering and Technology 34 2007.
[6] M. Ahsanullah And G. G. Hamedani. 2010. Exponential Distribution: Theory And Methods. New York : Nova Science Publishers, Inc.
[7] Sukenda dan Laksono T, Roosaleh. 2005. Prototipe Perangkat Lunak Studi dan Implementasi Sistem Antrian. Jurnal Informatika UKM. Vol. I, No. 2, Desember 2005: 136 – 160
[8] Stewart, William J. 2009. Probabilty, Markov Chains, Queues, And Simulaiton .United Kingdom : Princeton University.
[9] Voon Kiong, Liew. 2006. Visual Basic 6 Made Easy. B